Kantor Bahasa menggelar bimbingan teknis bagi guru non-bahasa Indonesia se-Kota Bengkulu/rivaldo

BENGKULU, sahabatrakyat.com– Kantor Bahasa Bengkulu Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Badan Bahasa Kemdikbud) menggelar pelatihan kemahiran  berbahasa Indonesia bagi guru SMP/MTS se- Kota Bengkulu, yakni para guru yang tidak secara khusus mengajar Bahasa Indonesia di kelas.
Bintek yang direncanakan selama empat hari itu (26 Februari- 1 Maret 2019) dipusatkan di Hotel Raffles City  Kota Bengkulu dan dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan Nasional Kota Bengkulu, Dra. Rosmayetti, MM.
Dalam sambutannya, Rosmayetti  mengatakan kunci utama dalam penguasaan bahasa Indonesia bagi guru non-bahasa adalah berkomunikasi dengan benar, baik antar guru maupun guru dengan siswa, khususnya di lingkungan sekolah.
“Bagaimana wawasan dan penguasaan bapak dan ibu guru memenuhi standar- standar bahasa? Kunci utamanya adalah komunikasi. ketika guru sekalian bisa berkomunikasi dengan benar akan mempermudah siswa menerima ilmu yang kita berikan dalam proses pembelajaran,”ujarnya.
“Kita harus meninggakatkan kompotensi kita khususnya bahasa Indonesia dengan berbagai basis mata pelajaran. Semuanya ini tidak akan sukses kita laksanakan, kita lakukan, ketika tutur bahasa kita tidak bisa dipahami oleh peserta didik kita di sekolah masing-masing.”
“Karena kunci daerah itu ketika pendidikan sukses gurunya harus lebih sukses harus diberikan motivasi melalui program-program penguatan guru untuk sekolah berwajah bahasa agar semua sekolah mempersiapkan ini menunjukkan bahwa kita betul-betul menjadi warga sekolah yang baik sesuai standar yang ditentukan,” akhir Rosmayetti
Sementara Ketua Panitia Ahmad Khoirus Salim, S.S menyampaikan, tujuan pelatihan kemahiran berbahasa Indonesia non guru Bahasa Indonesia SMP/MTS se –Kota Bengkulu ini adalah untuk mengguatkan kembali wawasan kebahasaan untuk guru non Bahasa Indonesia dan bisa bermanfaat untuk anak didik sekolah masing-masing.
“Jumlahnya peserta pelatihan ini 50 Guru dari berbagai basis guru non Bahasa Indonesia,” sebutnya.
Seorang guru yang menjadi peserta mengakui kegiatan pelatihan sangat bermanfaat karena di sekolah guru sering kali menggunakan bahasa daerah untuk menjelaskan materi pelajaran kepada murid.
“Mungkin dengan adanya pelatihan ini bisa membawa perubahan untuk tata bahasa penyampaian guru kepada murid ke depannya,” katanya.


Pewarta: RIVALDO
Editor: Jean Freire