Edar Sabu untuk Biaya Anak Kuliah, Warga Kepala Siring Terancam 12 Tahun Penjara

YD mengaku nekad jual sabu untuk biaya kulaih anaknya/brn

REJANG LEBONG, sahabatrakyat.com– Anggota Satresnarkoba Polres Rejang Lebong terpaksa meringkus seorang bapak berinisial YD (46 tahun) warga Kelurahan Kepala Siring, Kecamatan Curup Timur, lantaran kedapatan memiliki sejumlah narkoba jenis sabu yang diduga kuat akan diedarkan atau dijual kembali kepada para pemakai di kawasan Kota Curup.

YD kedapatan memiliki 29 paket sabu berbagai ukuran yang disembunyikan pelaku di dalam box motor Mio J warna putih miliknya yang saat ini juga sudah diamankan saat YD diringkus pada Senin (01/08/2022) sekitar pukul 16.00 WIB di Gang Flamboyan RT 02 RW 01 Kelurahan Sukaraja Kecamatan Curup Timur.

“Satresnarkoba telah berhasil mengamankan satu orang pelaku narkoba berinisial YD bersama barang bukti sabu sebanyak 29 paket,selain itu ada juga sepeda motor MIO yang digunakan pelaku untuk menyimpan narkoba ikut kita amankan,” terang Kapolres AKBP. Tony Kurniawan didampingi Kasat Reskrim IPTU Cahya Prasada Tuhuteru di hadapan wartawan.

Dijelaskan Kasat Narkoba, awal terungkapnya identitas pelaku bermula dari adanya informasi warga jika di kawasan Gang Flamboyan Sukaraja ada peredaran narkoba. Kemudian dilakukan penelusuran terhadap informasi tersebut hingga kemudian diketahui identitas pelaku.

“Mendapat informasi masyarakat kemudian kita kembangkan, dan hasilnya diketahui identitas pelaku berinsial YD, setelah dilakukan penggeledahan kita juga mendapatkan barang bukti narkoba jenis sabu yang beratnya setelah kita lakukan penimbangan sebanyak 3.32 gram,”jelas Cahya.

Polres Rejang Lebong memberikan keterangan pers terkait penangkapan tsk YD/brn

Cahya mengungkapkan barang bukti yang diamankan pihaknya berupa sabu dengan rincian 1 paket sedang terbungkus plastik bening, 21 Paket kecil terbungkus plastik bening dibalut pipet warna putih, 4 paket kecil terbungkus plastik bening, 3 paket kecil terbungkus plastik bening dibalut pipet warna hitam.

Kemudian 1 pak plastik klip bening, uang tunai sebanyak Rp. 2.918.000, 1 unit sepeda motor milik pelaku dan 1 unit HP yang juga milik pelaku.”Semua barang bukti diakui pelaku adalah miliknya yang rencananya akan dijual oleh pelaku, semua sudah kita amankan, pelaku saat ini masih kita lakukan pemeriksaan, sejauh ini pengakuannya pelaku bukan residivis dan mengaku baru pertama kali menjual narkoba jenis sabu,” ungkapnya.

Sementara YD yang diketahui bekerja sebagai karyawan warung nasi goreng dan mie cukup ternama di Kota Curup itu mengaku jika dirinya nekad menjual narkoba lantaran membutuhkan biaya untuk anaknya kuliah. Pasalnya gaji yang didapatnya dalam bekerja tidak mencukupi.

“Saya butuh uang untuk biaya anak saya kuliah, kalau dari bekerja itu tidak cukup,” terang YD singkat.

Akibat perbuatannya tersebut YD dijerat dengan pasal 112 ayat 1 UU Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman pidana maksimal 12 tahun penjara dan denda maksimal Rp 8 miliar. (brn)