BU Tuan Rumah, Puncak Hari Pers Nasional Se- Provinsi Bengkulu Dihadiri Ketua PWI Pusat & Gubernur

Peringatan Hari Pers Nasional dan HUT PWI ke-71 ditandai dengan pemotongan tumpeng

BENGKULU UTARA, sahabatrakyat.com– Puncak Peringatan Hari Pers Nasional ke-71 Tahun 2017 tingkat Provinsi Bengkulu dipusatkan di Bumi Ratu Samban, Kabupaten Bengkulu Utara (BU), Jumat (31/3/2017). Acara itu diawali dengan ujian kompetensi wartawan dan pelantikan pengurus PWI Kabupaten Bengkulu Utara.
Peringatan hari pers itu dihadiri langsung Ketua PWI Pusat Margiono. Hadir juga Gubernur Bengkulu Ridwan Mukti. Kehadiran PWI Pusat, Gubernur dan rombongan disambut sekapur sirih oleh Bupati BU Mian didampingi Ketua PWI Provinsi Bengkulu Zacky Antoni SH MH dan Ketua PWI Kabupaten BU Warsiman.
Ketua PWI Pusat Margiono, Gubernur Bengkulu Riduan Mukti, Bupati Bengkulu Utara Ir. Mian dan Ketua PWI Provinsi Bengkulu Zacky Antoni, SH, MH disambut sekapur sirih

Tampak juga hadir sejumlah pejabat Pemprov Bengkulu, pejabat di lingkup Pemkab BU, organisasi wanita, ketua partai politik, tokoh pemuda, ketua ormas dan juga hadir sejumlah pemilik perusahaan media.
Gubernur Bengkulu Ridwan Mukti saat dikonfirmasi sahabatrakyat.com di Balai Pertemuan mengatakan, momentum HPN merupakan saat mendekatkan keluarga besar PWI dengan pemerintah supaya memiliki persepai yang sama.
Bupati Bengkulu Utara Ir. Mian saat menyampikan sambutan

“Dan tentunya kita tidak boleh anti-kritik, kita perlu kritik itu untuk mengoreksi dan membangun secara berkualitas dan juga tentunya kita meminta peran pers dalam memberi motivasi kepada masyarakat,” ujar dia.
“Masyarakat dibangun dengan hal yang positif, bukan masyarakat yang menuntut kepada negara, (tapi) masyarakat yang ingin berkontribusi dan berperan kepada bangsa dan negara ini,” lanjutnya.
Ridwan Mukti memandang betapa strategisnya peran pers. Oleh karena itu dia mengajak para kepala daerah dan elit untuk bersinergis dengan media di dalam kerangka memperjuangkan kepentingan dan kesejahteraan rakyat.
“Yang paling penting, masing-masing pihak tidak mementingkan kepentingannya sendiri. Pers jangan hanya mementingkan kepentingan pers dan kepala daerah jangan hanya mementingkan kepentingan kepala daerah. Harus saling simbiosis idealis,” kata Gub Bengkulu yang akrab disapa RM.
“Jika rakyat sejahtera dan rakyat tersenyum itu artinya pers dan kepala daerah sudah mencapai cita-citanya,” kata Gub RM.
Duta Pers
Lebih jauh, Gubernur Ridwan Mukti mengatakan, untuk wartawan berprestasi nanti akan diminta rumusan dari PWI pusat. “Kita menginginkan ada 34 provinsi nanti ada duta pers dan kita akan kirim ke luar negeri untuk belajar, di samping itu mereka akan datang ke Bengkulu kita nanti kita akan mantapkan menjadi duta pers,” katanya.
Sementara Ketua PWI Pusat Margiono ketika dibincangi sahabatrakyat.com mengatakan, “Kita semua sama tahu tantangan kita sekarang, situasi sekarang tidak mudah meski diskusi cari solusi. Kita wartawan tetap patuh dengan kode etik, beritanya bener, kenyataan tidak nyimpang dari kode etik saya yakin semua wartawan tahu ini,” ujar dia.
PWI Mendeklarasikan Anti Hoax

Margiono menambahkan, persoalan pers itu bukan hanya sekedar taat dengan kode etik, tetapi tantangan pers saat ini jauh lebih menantang, lebih penting dari sekedar kode etik.
“Jangan-jangan kita taat kode etik, menjalankan perkerjaan dengan baik tahu-tahu sudah hilang perusahaan kita, jadi kode etik sendiri jadi bagian untuk mempertahankan profesi ini tetap ada. Saat ini ada tantangan perubahan zaman semakin cepat, misalnya bagaimana berita itu disukai rakyat tidak gampang kita merumuskan itu,” jelas dia.
Ketua PWI Kabupaten bengkulu Utara foto bersama kabag humas dan jajaran

“Kita tidak mau kalau wartawan hoax itu bukan berita, hoax itu kabar bohong pasti bukan berita bagi wartawan itu tidak ada, tidak ada hoax prodak wartawan kalau wartawan memberitakan hoax melanggar kode etik pasti tidak boleh,” lanjut Margiono.
Foto bersama usai pemotongan tumpeng

“Hoax itu karya bukan jurnalistik, itu sebenarnya dunia diluar kita, memeranginya kita sendiri jangan menyampaikan berita hoax kita taat kode etik itu tidak hoax, jadi kita konsisten di situ, jangan kita ikut jadi penyebar hoax,” tutup Margiono. (MS Firman/Adventorial)