Cerita Lina Selamatkan Kartu ATM Berkode Standar yang Tercecer

Lina saat memposting temuan ATM di akun media sosialnya/Foto: screenshot FB Nana Agustina

LEBONG, sahabatrakyat.com- Siang itu, Sabtu (6/6/2020), sekitar pukul 14.00 WIB, Lina Agustina (32 tahun), baru saja melangkah ke loket ATM BRI di Pasar Muara Aman. Ia berniat menarik sejumlah uang.

Belum sempat memasukkan kartu ATM-nya, tiba-tiba mata Lina terhalang kartu ATM lain yang diletakkan begitu saja di atas mesin. Ada secarik kertas model penarikan yang agak kusam di situ.

Lina yang heran mengapa kartu itu ada di sana pun mencoba memeriksa. ATM asing itu dia masukkan. Saat diminta nomor PIN, ia pun mencoba nomor PIN standar. Lina makin kaget karena usaha coba-cobanya ternyata berhasil.

Setelah melalui proses layaknya transaksi di anjungan mandiri tunai, Lina pun mencoba memeriksa saldo di ATM itu. Hasilnya, masih ada isinya Rp.7.114.184.

Karena hari libur kantor, perempuan berhijab ini memutuskan untuk pulang dan mengamankan kartu yang tercecer itu. Sebelumnya ia sempatkan mengabadikan isi saldo untuk kemudian diumumkan di media sosial facebook.

“Kerena kepo aku coba cek. Eh, kodenya standar dan saldonya cukup banyak. Ya sudah aku amankan dulu karena hari libur gak bisa dicek,” tutur Lina Agustina, S.H, M.Kn yang juga kepala Kantor PPAT Cabang Muara Aman.

Lina Agustina, S.H, M.Kn

Tepat di hari Senin, Lina yang berpikir sang pemilik bisa saja sangat membutuhkan uang itu akhirnya pergi ke kantor BRI untuk melakukan pengecekan kepemilikan.

Usai mendapati biodata pemilik, Lina mencoba menghubungi temannya yang sama-sama bekerja di cabang instansi yang sama kepada pemilik kartu hingga mendapati nomor HP pemilik yang lalai itu.

Setelah dihubungi, si pemilik yang ternyata laki-laki juga baru sadar kalau kartunya tidak ada. Akhirnya dilakukan pencocokan kepemilikan ternyata pemilik kartu itu adalah seorang pria umur 25 tahun.

Nana, sapaan Lina, pun memberikan alamat rumah untuk pria itu agar bisa menjemput kartunya.

Tanpa menunggu waktu lama, pria yang masih berseragam karyawan di salah satu dealer motor itu datang ke rumah dan mengambil kartunya.

“Sudah diambil di rumah sama pemiliknya. Saya pesan lain kali harus lebih teliti jangan sampe lalai lagi,” kata Lina.

Soal alasan ia mengembalikan kartu ATM itu, Lina mengaku memang merasa sangat senang jika bisa membantu orang lain yang tengah dalam kesulitan. Ia percaya jika kelak ada kesulitan menimpa dirinya pasti bakal ada saja jalan yang memudahkan.


Pewarta: Aka Budiman